Barongsai Selalu Ada saat Imlek, Ternyata Ini Sejarah dan Maknanya

barongsai-selalu-ada-saat-imlek-ternyata-ini-sejarah-dan-maknanya

Tarian Singa adalah kesenian tradisional China yang sering dipentaskan dalam peristiwa-peristiwa besar seperti Festival Musim Semi.

Di Indonesia, tarian serupa dikenal dengan sebutan Barongsai. Festival Musim Semi juga dikenal sebagai perayaan Imlek, yang merayakan kedatangan Tahun Baru China.

Dikutip dari laman Chinahighlights.com, dalam keyakinan tradisional China, simbol singa mencerminkan sifat-sifat seperti keberanian, kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.

Barongsai sering dipertunjukkan dalam festival-festival atau acara-acara besar dalam kebudayaan China dengan tujuan mengusir hantu dan roh jahat.

Masyarakat China percaya bahwa monster, hantu, dan roh jahat, cenderung takut pada suara keras.

Barongsai menjadi salah satu tradisi penting dalam perayaan Imlek, dan diyakini akan membawa kemakmuran dan keberuntungan pada tahun yang akan datang.

Selain itu, tradisi ini berfungsi sebagai cara untuk menciptakan suasana meriah dan menyebarkan kebahagiaan di tengah masyarakat.

Sejarah Barongsai
Dalam budaya China tradisional, singa, seperti halnya naga China, dianggap sebagai makhluk mitologis. Singa sebenarnya tidak berasal dari China, melainkan diimpor melalui Jalur Sutra oleh para pedagang.

Penguasa dari wilayah yang kini dikenal sebagai Iran dan Afghanistan, diketahui mengirimkan singa sebagai hadiah kepada Kaisar China, dengan harapan dapat memperoleh hak berdagang dengan para pedagang Jalur Sutra.

Sebelum masa Dinasti Han (201 SM-220 M), hanya sedikit singa yang mencapai Dataran Tengah dari wilayah barat China kuno, khususnya di wilayah Xinjiang saat ini.

Baca Juga: Jelang Imlek, Kelompok Barongsai Vihara Girinaga memberikan pertunjukkan terbaik

Tradisi tarian singa muncul pada masa Dinasti Han, di mana orang-orang menirukan penampilan dan perilaku singa yang baru tiba, dalam suatu pertunjukan.

Seiring waktu, pertunjukan ini berkembang menjadi bentuk tarian singa yang lebih formal pada Periode Tiga Kerajaan (220-280 M).

Barongsai meraih popularitasnya dengan berkembangnya agama Buddha pada masa Dinasti Utara dan Selatan (420-589 M).

Pada masa Dinasti Tang (618-907), tarian singa bahkan menjadi bagian dari repertoar tarian istana.

Seiring berjalannya waktu, Barongsai kemudian menjadi pertunjukan yang sangat diminati oleh masyarakat, terutama dalam konteks doa untuk keberuntungan selama Festival Musim Semi atau perayaan lainnya.

Legenda Barongsai
Menurut legenda China, suatu hari muncul makhluk aneh yang memangsa manusia dan binatang buas. Makhluk buas tersebut dikenal sebagai Nien (Nian), yang seakan-akan terkait dengan kata dalam bahasa China yang berarti tahun.

Nien memiliki kecepatan dan keganasan yang luar biasa, bahkan harimau pun tidak mampu mengalahkannya.

Dalam keputusasaan, masyarakat berpaling kepada singa untuk meminta pertolongan. Singa dengan cepat menemui musuh yang menakutkan tersebut dan berhasil melukainya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*