Inggris & Belanda Sepakat Kirim F-16 ke Ukraina, Rusia Tamat?

In this photo provided by Lithuanian Ministry of National Defense, Belgium Air Force F-16 fighter jet participating in NATO's Baltic Air Policing Mission, operates in Lithuanian airspace, Tuesday, Jan. 25, 2022. The NATO defence alliance on Monday said it was dispatching additional fighter jets and ships to Eastern Europe amid tensions with Russia. (Lithuanian Ministry of National Defense via AP)

Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak dan PM Belanda Mark Rutte setuju membangun koalisi internasional yang menyediakan jet tempur F-16 bagi Ukraina untuk melawan balik pasukan Rusia.

Rencana koalisi internasional ini muncul setelah pertemuan KTT Kepala Negara dan Pemerintahan Dewan Eropa yang diadakan di Reykjavík, Islandia, pada 16-17 Mei 2023.

“Perdana Menteri (Sunak) dan Perdana Menteri Rutte sepakat bekerja untuk membangun (sebuah) https://188.116.26.234/ koalisi internasional untuk memberikan Ukraina kemampuan tempur udara, mendukung segala hal mulai dari pelatihan hingga pengadaan jet F-16,” kata juru bicara Downing Street dalam sebuah pernyataan pada Selasa (16/5/2023), dikutip dari Al Jazeera.

“Perdana menteri menegaskan kembali keyakinannya bahwa tempat Ukraina yang sah adalah di NATO dan para pemimpin sepakat tentang pentingnya sekutu memberikan bantuan keamanan jangka panjang ke Ukraina untuk menjamin mereka dapat mencegah serangan di masa depan,” kata juru bicara itu.

Sementara itu, Rutte mengatakan dalam sebuah cuitan bahwa dia dan Sunak telah berbicara tentang rencana ini. “(Ini) sedang kami kerjakan bersama dan, tentu saja, tentang dukungan bersama kami yang berkelanjutan untuk Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang mengerikan,” katanya.

Tetapi PM Belanda tersebut tidak menyebutkan pemberian dukungan dan pelatihan jet tempur dalam rencana pengiriman tersebut.

Adapun, sebagian besar anggota NATO di Eropa tetap membuka kemungkinan mengirim F-16 mereka ke Ukraina, tetapi tidak dengan Amerika Serikat (AS).

Negara-negara Barat telah berhati-hati dalam memasok pesawat tempur canggih ke Ukraina, khawatir penggunaannya dapat meningkatkan perang. Tapi, setelah mengunjungi Sunak di di luar London pada Senin, Zelensky mengatakan bahwa “pekerjaan pada koalisi jet tempur sedang bergerak maju secara aktif”.

Pada Senin, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan bahwa negaranya telah membuka pintu untuk melatih pilot pesawat tempur Ukraina, bahkan jika dia mengecualikan pengiriman pesawat tempur apapun untuk pasukan Ukraina.

“Kami telah membuka pintu untuk melatih pilot… dengan beberapa negara Eropa lain yang juga siap. Saya pikir diskusi sedang berlangsung dengan Amerika,” kata Macron dalam wawancara dengan TF1.

“Pelatihannya bisa dimulai dari sekarang,” ujarnya tanpa merinci lebih jauh.

Dalam pidatonya di KTT Dewan Eropa di Islandia pada Selasa pagi sebelumnya, Zelensky kembali meminta sekutu Barat untuk membantu memperkuat pertahanan udara Ukraina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*