Terkuak! Gaji ART di Jakarta Ternyata Murah Meriah, Segini..

Pedagang air galon membawa galon yang sudah diisi penuh untuk dijual ke warga apartemen di Kawasan Pluit, Jakarta, Rabu (12/6). Banyak penghuni apartemen di kawasan tersebut menggunakan air galon isi ulang untuk mandi. Mumun seorang pembantu rumah tangga mengatakan majiakannya bisa menkonsumsi air galon sehari 4-5 galon untuk mandi dan cuci piring. Harga galon isi ulang ia beli seharga Rp 3500 yang berasal dari air pam, Rp 7000 untuk galon isi ulang untuk galon asli Rp.20.000. Banyak penghuni apartmen menggunakan air galon karena air yang mereka tempati kadang bau dan kotor. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Biaya menggunakan jasa asisten rumah tangga (ART) di wilayah Jakarta dan Bodetabek ternyata bukan yang tertinggi. Masih ada wilayah lain dengan biaya ART lebih mahal dari Jabodetabek.

Ketua Asosiasi Pelatihan Pekerja Seluruh Indonesia (APPSI) Mashudi mengungkapkan bahwa gaji per bulan ART di Jabodetabek rata-rata di angka Rp 2,5 juta. Sedangkan biaya administrasi pengambilan ART di kisaran Rp 2,5-3 juta. Namun, di luar Jabodetabek nilainya mencapai 2-3 kali lipat.

“Luar kota bisa Rp 6-7,5 juta di luar tiket (transportasi), itu untuk biaya pengambilannya aja. Dan gajinya pun lebih mahal untuk di luar kota. ART di Rp 3,5-4 juta, baby sitter Rp 4 juta lebih, ini untuk luar kota seperti Medan, Makassar Manado, Papua, Kalimantan termasuk Surabaya,” katanya kepada CNBC Indonesia dikutip Minggu (30/4/2023).

Mahalnya biaya administrasi serta gaji per bulan untuk wilayah non Jabodetabek disebabkan karena jauhnya jarak. Selain itu, ART juga memiliki beban yang cukup berat karena berada jauh dari wilayah lembaga penyalurnya.

“Karena jauh, kedua kontrak, untuk kontraknya 1 tahun biasanya, sedangkan penyalur dari Jabodetabek,” ujar Mashudi.

Selain itu, masyarakat pengguna jasa juga harus bersiap dengan potensi kenaikan biaya dalam kurun waktu tertentu. Namun, besaran kenaikannya sudah dibicarakan sejak awal demi meminimalisir rasa kaget dari pengguna jasa.

“Kita patok 6 bulan biasanya ada kenaikan, maksimal 10%. Kesepakatan setelah 6 bulan naik berapa. Di awal udah tau, semua di awal dibicarakan,” sebut Mashudi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*